Text
PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 11 PALEMBANG
Penilaian
0,0
dari 5Ditanah Lada
Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapnya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap makna dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun Nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P—anak lelaki yang pandai sekali bermain gitar. Perjumpaan Ava dengan P, dan petualangan keduanya akan membawa pembaca ke banyak pojok gelap dan muara yang mengejutkan. Pada edisi kali ini, novel Di Tanah Lada dilengkapi dengan sebuah catatan, banyak ilustrasi, dan satu kemungkinan akhir cerita lain.
Prolog:
Hari Rabu tanggal 26 Juni 2013. Di berbagai belahan dunia, sekarang, berdasarkan perhitungan cuaca, adalah musim panas. Kecuali di Australia. Tempat aneh itu tidak pernah setuju soal perhitungan cuaca. Mama yang memberitahuku. Katanya, kalau seluruh dunia sedang kedinginan, Australia akan kepanasan.
Ketersediaan
| Lokasi | Kode Eksemplar | No. Panggil | Status |
|---|---|---|---|
| My Library (800) | B004625 | 899.221 ZIG d | Tersedia |
Informasi Detail
- Judul Seri
- -
- No. Panggil
- 899.221 ZIG d
- Penerbit
- Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2024
- Deskripsi Fisik
- xiv+289 Hal .;13,5 x 20 cm
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 978-623-134-248-5
- Klasifikasi
- 899.221
- Tipe Isi
- -
- Tipe Media
- -
- Tipe Pembawa
- -
- Edisi
- Cet. 1
- Subjek
- Novel
- Info Detail Spesifik
- -
- Pernyataan Tanggungjawab
- Editor, Teguh Afandi; Desain Sampul, teguh Erdyan; Penata Letak Isi, Teguh erdyan
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah